Rabu, 20 Juni 2018

HUJAN MALAM INI

Malam ini serasa berbeda
Tak biasanya kurasakan
Aroma menyengat
Hujan malam ini

Serasa sunyi dan ada yang hilang
Dalam rintihan hujan malam ini
Iya Rindu
Suasana dikala dulu kehadiranya

Rindu yang selalu memekik
Serasa sia dengan takdir yang tak bisa berubah
Kehilanganya buat
Hujan malam ini terasa biasa

Rabu, 06 Juni 2018

PERLAWANANKU

Kamu yang ada
Adalah perlawanan bagiku
Hidupku bukan hanya tentang apa yang nampak
Tapi apa yang terasa dalam sanubari

Kamu yang ada
Adalah perlawanan bagiku
Ujian bagiku
Bagaimana aku kokoh dengan prinsip itu

Kamu yang ada dulu
Menjadi bukti betapa tidak mudah
Tidak sembarang
Tuk bisa jatuh pada orang yang tepat

PERPISAHAN

Ribuan kisah
Tersemai indah
Didetak nadi
Saat kitabersama

Aku tahu
Kau laksana pangeran
Tampan gagah berkarismah
Sesempurna itu

Kukira hanya diflim saja
Kisah cinta penuh dilema
Antar kita sungguh
Campuran menarik
Tuk dikisah

Sudahlah terlalu dramatis
Tuk disimak
Perpisahan kemarin menjadi bukti
Pada akhirnya kau dan aku
Tak bisa semudah itu untuk dikisah

Merasakan

Andaikan dapat tertera
Tak mampu benar terjabar
Andaikan dapat berkata
Tak semudah tuk dipaham

Seolah sebuah harapan
Kadang terombang-aming dalam kepahitan
Seolah sebuah rasa
Kadang tak mampu pasti untuk bisa selaras

Hati duhai hati
Hanya mampu berpasrah
Hanya harus yakin
Pada ketentuan sang Illahi

RENUNGAN

Jangan menyerah sebelum semuanya berakhir
Jangan membunuh dirimu sendiri sebelum waktu yang ditetapkan Tuhan

Jangan berhenti memperjuangkan apa yang layak dan ingin diperjuangkan
Jangan berhenti bermimpi dan membangunkanya sebelum tidur kita untuk selama-lamanya

Hidup adalah sebaris kalimat dengan beberapa koma, koma itu mungkin menyandung kita dan membuat kita terjatuh.
Namun selama kita masih berdiri dan berjalan itu berarti Tuhan masih memberi kita jalan, menuju titik. menuju akhir.


2 Mei 2015
Ossy Firstan

IRONI

Semakin kesini
Memahamkan dan membutakan
Arti pencarian
Jati diri dan penghargaan

Terlalu keras kehidupan
Perluh pondasi kokoh
Atas nama prinsip
Sebuah yang harus sellu dipegang

Hidup memang banyak pencitraan
Ya manusia-manusianya
Memakan bangkai saudaranya
Menjadi tak asing terwujud


Sayang seribu sayang
Bagaimana teganya
Saling menyakiti dan memanfaatkan
Atas nama agama
Apa pantas disebut kita manusia

Keagungan

Maha besar
Yang selalu memberiku jalan dan petunjuk
Seberat apapun cobaaan yang ada
Dengan izin-Nya pasti berlalu

Terang gelapnya kehidupan
Tak bisa menandingi kebesaran
Kasih sayang dan segala nikmat
Sampai detik ini
Napasku

Asaku

Tentang impian
Tentang hayalan
Tentang peristiwa
Menyatu Apik

Ketukan bait
Menjadi paduan menarik
Disuguhkan
Untuk para penikmat

Bukan janji bukan pembual
Hanya penikmat dan saling menikmati
Dari lakon saat ini
Entahlah

Teringat penuh juang
Tercurah asa
Lakon yng penuh tntang
Dan ambisi yang meluap

Beginilah

Jika takdir manusia sudah tertulis
Siapa yang pantas disalahkan
Jika tak pernah sesuai dengan jalan ingin kita
Tapi ku tahu adanya ikhtiar

Memang logis berpikir
Selalu mnghadirkan
antara yang baik dan buruk
Tapi seperti itulah

Akal yang membeda
Dari berjuta ciptaan-Nya
Kita yang menjalani memilih dan menentukan
Pada jalan apa kita berpijak


Ingatlah itulah kuasa Tuhan
Seadil-adilnya ketetapan
Salah kitalah yang enggan
Memakai akal untuk kehidupan yang sudah diarahkanya

Tembok Tua Itu

Sudah beberapa tahun lalu
Aku hidup ditempat ini
Berhadap dengan tembok tua yang bersejarah
Entah juga apakah tetap bisa bernapas
Seperti ini

Pada tempat ini
Aku hanya bisa pasrah
yang hanya secuil harap
Pada takdir yang tiad jelas

Harus selalu bersyukur
Dengan apa yang terjadi
Karena yakinku
Ini yang terbaik darimu Tuhan


Lamunan Kecil Dulu

Isyarat membuat seribu makna
Akan hakikat dicipta
Dari yang tak tau apa
Menjadi besar nan penuh keajaiban

Lika-liku hidup silih berganti
tiada yang luput dari izin-Nya
Walau itu gugurnya daun dari tangkainya
Itu juga atas izin-Nya

Seperti pernah kita bermimpi
Mimpi setinggi-tingginya
Ini itu itu ini
ingin begitu begini

Ketika semua tak sesuai ingin
Walau sudah beribu asa tercurah
Itu uga atas izin-Nya
Jika itu sudah ketetapanya
Apala aku ini yang lemah

Jumat, 01 Juni 2018

Tulisan Dulu 2

diri ini hanya lemah
selalu meminta kekuatan darimu
apa jadinya bila engkau bukan tuhanku
ku yakin aku tak bisa bertahan
bertubi tubi cobaan menghambat
lelah letih termakan jua

serasa racun konda melumpuhkanku
jika itu ku lalui tanpa karuniamu Ya Allah
tak pernah habis ucap ini
mengaggungkanmu kekuasaanmu kebesaranmu
jelas nampak beruntunglah aku menjadi salah satu
dari ribuan hamba yg beriman kepadamu

Rabu, 07 Maret 2018

PERNAH

Kau datang
Seakan membela lautan merah
Dg gagah kau sodorkan karismamu
Apalah daya aku melemah


Berlahan mengukir dalam sanubari
Terwujud indah tuk di pandang
Terasa indah sentuhan kecil setiap rasa itu
Kau mainkan itu sungguh tak berdaya aku


Pertama itu sebuah rasa tak terlupa
Sepanjang ukiran itu
Menjadi salah satu bukti
Cinta sunggu membutakan
Jika tak beriman

Minggu, 14 Januari 2018

UNGKAPAN

Celotehku yg bisa bersua
Dari bait-bait pendaman
Kekacauan dan kegelisahan 
Sampai terangkai kalimat yg berantah

Sekasihan inikah daku
Yg ingin menuang rasa pahit
Untuk dapat pelukan 
Kehangatan rasa tulus

Cukup saja
Dari yg bisa dibagi
Sama tak bisa melegakan
Karena yg tulus tak bisa memberi mudah kenyamanan

Saat ini dan akan datang
Selama umur ada
Bait-bait berantakan
Tetap tertulis
Untuk celoteh kepuasan